Cara Menekan Kerugian dengan Manajemen Risiko

By | March 2, 2020

Sebagai pelaku bisnis pastinya tidak berharap kalau bisnisnya itu mengalami kerugian, untuk mencegah terjadinya kerugian maka bisa mempraktikkan manajemen risiko. Selain bisa mencegah terjadinya kerugian juga akan membantu pemilik bisnis tahu apa saja resiko yang terjadi di kemudian hari. Agar bisa melakukan manajemen tersebut dengan benar maka harus tahu tahapannya dulu, untuk tahapannya sudah diulas di bawah ini.

Tahapan Mengurangi Kerugian Memakai Manajemen Resiko

Mempunyai perusahaan harus benar-benar mampu mengatur perusahaan tersebut agar bisa berkembang dan menghasilkan keuntungan. Ada banyak hal yang perlu dipelajari pemilik perusahaan agar bisa membuat perusahaannya maju, salah satunya adalah mempelajari manajemen resiko. Ilmu tersebut perlu dipelajari karena dengan memahami manajemen resiko maka bisa mengurangi jumlah kerugian perusahaan. Agar hal tersebut bisa terjadi maka lakukan tahapan-tahapan berikut ini.

  • Kenali Lingkungan Perusahaan

Pemilik perusahaan harus mengenali dulu lingkungan internet di perusahaan, untuk lingkungannya sendiri meliputi budaya kerja, pemberian wewenang dan juga struktur organisasi perusahaan. Jika memang kurang paham dengan lingkungan bisa bertanya dengan pihak HRD yang lebih paham karyawan dan juga kebiasaan semua karyawan di perusahaan bisnis terbaik.

  • Mengidentifikasi Resiko

Setelah tahu lingkungan internal di perusahaan maka tahapan berikutnya adalah mengidentifikasi resiko yang akan terjadi. Resiko ini artinya adalah kejadian-kejadian yang bisa mengganggu penerapan strategi bisnis yang sudah direncanakan.

Jadi bisa disimpulkan kalau resiko bisnis akan membawa dampak buruk pada perusahaan. Setiap bidang bisnis itu resikonya berbeda-beda, misalnya kalau bisnisnya itu jual beli maka resiko yang terjadi adalah pelanggan yang memesan barang tidak mau membayar. Kalau tidak dicegah jelas kerugiannya akan banyak.

  • Menilai Resiko

Tujuan paling utama melakukan manajemen risiko ini adalah menilai resiko, pada tahapan ini akan ketahuan resiko itu dampaknya akan seburuk apa terhadap kemajuan perusahaan. Dalam menilai resiko ini ada dua hal yang akan ketahuan, pertama adalah dampak resiko dan kedua adalah peluang terjadinya resiko tersebut. Untuk melakukan itu semua harus dilakukan seorang ahli sehingga bisa langsung menangani resiko.

  • Memberi Tanggapan Terhadap Resiko

Tahapan berikutnya adalah langsung memberikan tanggapan yang tepat agar resiko tidak terlalu berdampak pada perusahaan. Pada tahapan ini ada 4 kategori, pertama adalah menghentikan semua kegiatan yang menyebabkan resiko. Kedua lakukan tindakan agar resiko bisa teralihkan, ketiga mengurangi peluang resiko dan dampak dari resiko tersebut dan yang keempat menerima resiko kalau sudah terjadi.

  • Evaluasi

Tahapan yang paling akhir adalah memakai semua informasi yang sudah diperoleh sebagai bahan untuk evaluasi. Pada tahapan ini hanya perlu memantau apakah sudah benar menjalankan manajemen resiko atau tidak. Selain itu juga harus tahu apakah manajemen risiko harus ada perbaikan dalam melakukan manajemen atau tidak.

Jenis-Jenis Manajemen Resiko

Manajemen resiko jenisnya ada banyak dan yang paling sering dilakukan ada dua, pertama adalah manajemen risiko finansial. Manajemen risiko ini ada kaitannya dengan aset bisnis, dari keuntungan sampai sumber daya yang lain yang ada nilai materinya. Resiko harus diketahui sebab kalau tidak bisnis akan sering mengalami kegagalan.

Kedua manajemen risiko operasional, kalau manajemen ini hubungannya dengan proses internal di perusahaan. Resiko tersebut bisa terjadi karena human error, faktor eksternal dan juga karena sistem yang tidak dijalankan dengan benar. Mengatasi resiko tersebut sangatlah penting agar kondisi perusahaan tetap baik dan kalau kondisinya sudah tidak baik pasti akan berubah jadi baik setelah pakai manajemen operasional ini.

Share Button